Friday, 3 October 2014

Dia bukan pengemis


Sebelum terbitnya matahari hari itu
Dia sudah bangkit dari lenanya
Sedangkan kau masih lena diulit mimpi
Tak sanggup hati tua itu 
Tuk mengejutmu

Separuh abad dilaluinya
Bersama dirimu
Padanya kau masih
Anak kecil
Yang masih
Bergantung pada dirinya

Tak sanggup melihat kau
Berpeluh-peluhan 
Di 
Tengah bendang

 Biarlah!
Biar kudrat ini 
Yang mebanting tulang 
Tuk menyara diri
Biarlah kudrat ini
Yang berpeluh-peluhan
Di bawah terik matahari

Tuk 
Menghantarmu ku menara gading
Melihat kau berjaya
Tak seperti dirinya

Tak sedikit pun dia 
Mengharapkan balasan
Tak sedikit pun dia 
Meminta-minta..

Tapi kau
Kau biarkan mata tua itu
Sendiri 
Menghabiskan masa tuanya
Di pondok usang
Kau malu mengakunya 
Sebagai ibumu
Sebagai bapamu

Apa kau pikir!
Kau sudah cukup berjaya
Kudrat sipakah yang kau korbankan 
Hingga berjaya
Ke tahap ini

Pernahkah orang tua itu meminta kau
Duit gajimu
Pernahkan orang tua itu mengungkit-ungkit jasanya

Tapi kau 
Tak pernah ingat
Jasanya

Kau biarkan dia 
Terkontang-kanting
Melalui masa tuanya
Kau biarkan dia hidup di pondok
Yang hampir roboh
Kau biarkan dia mengengsot 
Di jalan-jalan gelap

Kau lupa..
Kau alpa...
Kau bongkak dengan apa yang kau ada..
Kau memakinya..
Mengatakan dia pengemis
Di depan anak-anakmu
'AKU TAK KENAL KAU'
'KAU PENGEMIS'
Berlalu orang tua ini 
Yang datangnya dari jauh
Meninggalkan banglo mewahmu.

Hey bodoh!
Dia bukan pengemis
Dia hanya menagih secebis kasih sayng 
Dari anaknya
Dia tak meminta duit 
Yang pernah dibelanjakan untukmu
Hanya secebis kasih sayang 
Yang kau tonjolkan buatnya
Cukuplah sisa kasih yang kau ada...
Tapi kau tetap dengan kebodohan kau

Sehinggalah..
Mereka benar-benar pergi
Pergi selama-lamanya
Saat itu baru kau mahu mengaku
'DIALAH IBU BAPAKU'
'DIA BUKAN PENGEMIS'
Saat itu..
Kau sedar kau adalah manusia paling bodoh
Dalam dunia

Karya:Z

No comments:

Post a Comment