Sebelum terbitnya matahari hari itu
Dia sudah bangkit dari lenanya
Sedangkan kau masih lena diulit mimpi
Tak sanggup hati tua itu
Tuk mengejutmu
Separuh abad dilaluinya
Bersama dirimu
Padanya kau masih
Anak kecil
Yang masih
Bergantung pada dirinya
Tak sanggup melihat kau
Berpeluh-peluhan
Di
Tengah bendang
Biarlah!
Biar kudrat ini
Yang mebanting tulang
Tuk menyara diri
Biarlah kudrat ini
Yang berpeluh-peluhan
Di bawah terik matahari
Tuk
Menghantarmu ku menara gading
Melihat kau berjaya
Tak seperti dirinya
Tak sedikit pun dia
Mengharapkan balasan
Tak sedikit pun dia
Meminta-minta..
Tapi kau
Kau biarkan mata tua itu
Sendiri
Menghabiskan masa tuanya
Di pondok usang
Kau malu mengakunya
Sebagai ibumu
Sebagai bapamu
Apa kau pikir!
Kau sudah cukup berjaya
Kudrat sipakah yang kau korbankan
Hingga berjaya
Ke tahap ini
Pernahkah orang tua itu meminta kau
Duit gajimu
Pernahkan orang tua itu mengungkit-ungkit jasanya
Tapi kau
Tak pernah ingat
Jasanya
Kau biarkan dia
Terkontang-kanting
Melalui masa tuanya
Kau biarkan dia hidup di pondok
Yang hampir roboh
Kau biarkan dia mengengsot
Di jalan-jalan gelap
Kau lupa..
Kau alpa...
Kau bongkak dengan apa yang kau ada..
Kau memakinya..
Mengatakan dia pengemis
Di depan anak-anakmu
'AKU TAK KENAL KAU'
'KAU PENGEMIS'
Berlalu orang tua ini
Yang datangnya dari jauh
Meninggalkan banglo mewahmu.
Hey bodoh!
Dia bukan pengemis
Dia hanya menagih secebis kasih sayng
Dari anaknya
Dia tak meminta duit
Yang pernah dibelanjakan untukmu
Hanya secebis kasih sayang
Yang kau tonjolkan buatnya
Cukuplah sisa kasih yang kau ada...
Tapi kau tetap dengan kebodohan kau
Sehinggalah..
Mereka benar-benar pergi
Pergi selama-lamanya
Saat itu baru kau mahu mengaku
'DIALAH IBU BAPAKU'
'DIA BUKAN PENGEMIS'
Saat itu..
Kau sedar kau adalah manusia paling bodoh
Dalam dunia
Karya:Z
No comments:
Post a Comment